Pembentukan dan Pendengungan Mantra
Ditulis oleh Tulang Putih di/pada Oktober 2, 2009

Suatu teknik yang kuat untuk mengendalikan lingkungan dalam dan luar adalah dengan melibatkan pemakaian mantra. Mantra menjadi efektif karena mereka menolong membuat pikiran menjadi tenang dan damai, secara otomatis terlarut atau terintegrasi pada satu titik. Mantra membuat pikiran menerima vibrasi-vibrasi yang sangat halus dan dengan demikian mempertinggi daya tangkap persepsi anda. Pembacaan mantra menghapuskan negativitas kasa dan sifat sejati dari semua hal baru dapat direflesikan atau dicerminkan dalam pikiran yang menghasilkan kejernihan. Dengan melatih mantra transendental, sebenarnya kita dapat memurnikan semua energi-energi kotor dari tubuh, ucapan dan pikiran.
Apakah pelafalan suatu mantra adalah meditasi transedental atau bukan, tergantung pada pebijaksanaan kita. Kekuatannya tidak semata-mata datang dari mantra itu sendiri. Ini tidak seperti ada beberapa suku kata kuno suci yang dapat kita baca tanpa kontemplasi renungan dan akan membawa manfaat spiritual yang besar dalam kita secara otomatis. Ini adalah kesalahpahaman. Contohnya, bila kita dalam pengaruh kecanduan nafsu keinginan, pembacaan terulang kali tanpa renungan dari mantra yang paling terberkati sekalipun di seluruh alam semesta akan menjadi terbatas manfaatnya. Itu akan memjadi kegiatan samsara lainnya.
Mantra juga mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan penyakit. Contohnya, beberapa orang menjadi gila sementara karena terlalu terikat atau terobsesi pada energi jelek dari pikiran yang menyimpang. Vibrasi pencucian atau pembersihan dari sebuah mantra dapat membawa pikiran kembali dalam keadaan tenang dan berfungsi secara lancar dan penyakit mental pun disembuhkan. Karena penyakit-penyakit fisik sangat erat kaitannya dengan keadaan pikiran yang menyimpang dan kacai, mantra efektif sebagai bagian dari perawatan orang tersebut. Tidak ada yang mistik atau magis mengenai hal ini. Penelitian ilmiah telah dengan jelas membuktikan kekuatan penyembuhan mantra.
Mantra berasal dari bahasa Sanskerta yaitu MAN yang berarti PIKIRAN dan TRA yang berarti PEMBEBASAN. Secara harfiah Mantra berarti kegiatan membebaskan pikiran. Mantra dari sisi istilah berarti bunyi, kata, frasa atau kalimat yang digumamkan, dibisikkan, diucapkan, dinyanyikan dengan cara diulang-ulang, diyakini mempunyai kekuatan, sebagai sarana komunikasi dengan sang Maha, dan bermanfaat untuk beragam tujuan perapalnya. Mantra bermacam bentuknya. Ada mantra suara, ada mantra gambar, ada mantra yang ditanamkan dalam benda, ada mantra dalam bentuk gerak dan ada pula mantra dalam rupa upacara.
Dalam tradisi Islam, mantra disebut wirid, dan wirid yang mengesakan Tuhan disebut zikir. Tapi mantra bagaimana yang terkuat? Betulkah agama-agama tertentu mantranya lebih kuat dari agama lain? Betul.
J.K. Khrisnamurti menyebutkan bahwa tiap mantra pada dasarnya adalah self-hypnosis sehingga tak jadi masalah apa kita mengucap Allah, hare khrisna, atau cocacola. Tapi dia melupakan aspek dan tujuan pembuatan dan pendengungan mantra. Yaitu, mantra yang dibuat untuk memuja Tuhan akan lebih lemah powernya dengan mantra yang dibuat untuk penguatan samadhi/konsentrasi. Dikarenakan dalam mantra jenis pertama ada unsur nafsu dan harapan, sedang dalam mantra jenis kedua tanpa keinginan selain pengerahan energy murni secara beruntun dan terus-menerus. Inilah yang membuat mantra ini menjadi jenis mantra atau wirid terkuat.
Karena itu, jika Anda hendak bermantra, jangan memilih nama Tuhan Anda, tapi pilihlah sebuah kata yang tak mengandung harapan dan permohonan, melainkan justru menambah semangat dan keyakinan. Misalnya saja: “Hati tenang akan menang…. Hati tenang akan menang…dst”
Mantra yang dibentuk seperti ini akan:
1. Memperkuat lapisan aura Anda.
2. Membentuk medan tenaga dalam superdahsyat.
3. Memenuhi apapun keinginan Anda.


Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu berkata
“mantra yang dibuat untuk memuja Tuhan akan lebih lemah powernya”
Kenapa? Karena jika tak terkabul Anda akan patah semangat dan tak mau mengulangi lagi. Dan karena sudah terekam bawahsadar akan kemungkinan lambat/gagal, maka mantra itu dengan sendirinya sudah lemah powernya.
Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu berkata
“Hati tenang akan menang.. Hati tenang akan menang…” adalah contoh wirid yang baik, CUMA jika tak mengandung keinginan akan penjadian kemenangan akibat hati yang tenang. CUMA jika tak ada keinginan begitu baru merupakan wirid yang baik.
Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu berkata
Juga, dalam berwirid, pewirid harus larut dalam wiridnya.
Tak boleh sering melihat keadaan “aku sudah kaya belum ya..” lalu tutup mata wirid lagi. Tak boleh begitu. Wirid itu harus jadi nafas.
Cuma dengan begitu, baru kekuatan bisa datang.
Memang boleh wirid untuk mencari sesuatu. Tak usah munafik lah.
“karena tahulah orang berbuat baik. Orang tak akan berbuat baik jika tak tahu.” – Shakhyamunibuddha.
ajaran tangan kiri kasih tangan kanan sembunyi seperti kata Islam adalah ajaran salah. samasekali salah. tak mengandung kebenaran tingkat sehari-hari pun, apalagi kebenaran tingkat kosmos.